Sabtu, 19 November 2011

Tears Of Heaven 2

Chapter 2
The Mercenary and The Ruins of Aegis

Sepeninggal mereka dari kota Quantumaebel, mereka bertemu kembali dengan Ubstrum Ligae yang telah membantu mereka melawan para perompak di hutan Stuck. Ubstrum bertanya kepada mereka apa yang sebenarnya terjadi hingga mereka diusir  dari Kerajaan tersebut. Berceritalah Henry dan Andreaz mengenai masalah mereka kepada Ubstrum.

Ubstrum yang adalah seorang Mercenary dari divisi 15th North Mountain Division mempunyai pimpinan yang luar biasa. Dialah Captain Cevirus Kid. Captain Kid adalah orang yang keras dan tegas dalam mengambil keputusan di setiap mereka berperang. Setelah itu merekapun menuju Selatan , ke kota Junghunh tempat markas Divisi 15 Mercenary. Sebelum ke Junghunh City mereka singgah sejenak di Lock Town, kota kecil di sebelah utara Junghunh. Disini mereka bertemu dengan Divisi 13th North Mountain Division di bawah pimpinan Captain Gerry Hoftman. Divisi 13th  adalah saingan utama dari Divisi 15. Kedua Divisi tempur ini adalah rival utama untuk menentukan divisi tempur terbaik. Mereka sering ikut berperang apabila mereka disewa oleh suatu organisasi atau Negara untuk membantu mereka dalam berperang. Dan tak jarang keduanya saling berhadapan sebagai lawan pada peperang. Ubstrum berpesan pada Henry dan Andreaz bahwa mereka harus menghindari Divisi tersebut, karena Captain Gerry adalah orang yang licik, baik kepada kawan, lawan ataupun anak buahnya sendiri. Mereka pun mengambil jalan pintas menuju keluar kota melewati sebelah barat. Disini mereka bertemu lagi dengan seorang gadis petualang bernama Gieta Venezia yang kebetulan sedang mengahadapi masalah dengan para preman kota yang ingin merampas uang Gieta dengan paksa. Namun Gieta yang menolak dengan kasar tentu kalah jumlah disbanding preman-preman tersebut. Henry dan Andreaz  pun turut membantu walaupun sudah dihalangi oleh Ubstrum untuk membiarkan saja. Dengan mudahnya mereka mengalahkan para preman kota tersebut dan sikap Gieta yang acuh  membuat Andeaz panas. Henry pun langsung menenangkan Andreaz, lalu mereka mengajak Gieta yang juga menuju Junghunh City.

Merekapun keluar dari Lock town melalui gerbang barat dan menuju kota Junghunh tetapi mereka harus melewati reruntuhan Suku Aegis, suku yang dahulu terkenal dengan Tekhnologinya yang sangat tinggi pada masanya dan banyak yang memburu harta karun Suku Aegis yang paling berharga di Exterenian World yaitu "Tears of The Heaven", suatu permata suci berwarna biru muda yang dapat membuat pemiliknya mendapatkan kekuatan yang sangat besar namun mempunyai efek yang sangat menakutkan yaitu merusak sel-sel dalam tubuh walau fisik luar tidak terganggu ataupun rusak. Diantara yg pernah memilikinya adalah kepala suku Aegis yaitu Huztcoalt Azmir.

Direruntuhan tersebut mereka melihat seorang pria memakai baju Merah dengan topi Koboi merah pula. Pria tersebut berasal dari organisasi Artifacial of Intellegency, suatu organisasi dari negara Sauronix Republic, negara kecil yang mempunyai universitas paling terkenal di Exterenian World yaitu University of Narvard. Merasa curiga dengan laki-laki berbaju merah tersebut mereka lalu mendekatinya. Ia adalah Daniel Sarven. Ia juga seorang dokter, namun mereka tidak menyadari ada seseorang yang mengawasi mereka dari kejauhan yaitu seorang Treasurer Hunter bernama Ivan de Sanctis dari Kekaisaran Romanov.

Setelah mendekati Daniel, mereka pun bertanya mengapa ia berada di tempat tersebut dan sangat mencurigakan geliatnya. Daniel mengatakan bahwa dia sedang meneliti tentang peninggalan suku Aegis. Tanpa disangka mereka membuka perangakap yang sangat berbahaya karena menginjak panel di lantai. Akankah Henry dan kawan-kawan dapat lolos dari perangkap tersebut?

To Be Dawn of Aegis on Chapter 3

Tidak ada komentar:

Posting Komentar