Sabtu, 19 November 2011

Tears Of Heaven 3

Chapter 3
Imprealist of Sarzonia

Siapapun pasti tahu, tak ada yang membiarkan permata tersimpan tanpa ada yang menjaga. Apalagi itu adalah barang yang sangat sangat bernilai harganya. Tak heran jika suku Aegis membuat perangkap di sekitar reruntuhan tersebut. Perangkap yang terinjak tersebut akhirnya juga memfungsikan penerangan reruntuhan suku Aegis. Merekapun berusaha menghindari semua perangkap yang keluar dari dinding. Ada yang seperti panah, ada juga rolling batu yang besar, sampai kapak melayang. Mereka berhasil melewatinya dengan selamat. Tapi ternyata bahaya lain telah menunggu mereka. Mereka dihadang ular  phyton besar berkepala dua yang telah menunggu gerbang depan reruntuhan tersebut selama 3000 tahun. Mereka tak tinggal diam, segera Henry menebaskan pedangnya pada ular-ulara tersebut dan dibantu oleh yang lainnya akhirnya ular tersebut dapat dikalahkan. Tak sampai disitu, tanpa disangka dan yang tak diduga-duga oleh mereka semua, ternyata masih ada seorang suku Aegis yang masih hidup yaitu keluarga penunggu  reruntuhan yang bertahan hidup sampai 3000 tahun. Lalu Daniel yang merasa curiga dengan mereka pun mendekatinya perlahan-lahan. Tak gentar sedikitpun ia mendekatinya karena didasari rasa penasarannya terhadap suku Aegis yang sudah melegenda di Exterenian World. Mereka benar-benar terkejut melihat sisa-sisa orang-orang suku Aegis yang awet muda tak lekang oleh waktu. Mereka tetap muda berseri seperti tak pernah tua tersebut membuat mereka bingung dan bertanya-tanya dalam hati mereka melihat kejadian luar biasa yang ada di depan mata mereka ini. Ternyata Ivan di Sanctis, yang mengiringi mereka dari belakang juga terkejut sekali melihat peradaban suku aegis tersebut.
Dilain pihak pasukan Sarzonia semakin diperkuat sepeninggal Henry dan Andreaz semakin kuat karena merekrut dan melatih pasukan dengan cara militer luar biasa. Kekaisaran Sarzonia mulai melakuakn invasi kedaerah – daerah sekitarnya seperti Republic Varium, Kerajaan Reztaria, dan daerah pesisir laut barat yang dihuni oleh para bajak laut Grandia. Hal tersebut membuat Negara-negara kecil menjadi takut daerahnya ikut terkena Invasi dari Sarzonia Empire, namun yang ternyata menjadi tokoh dibalik layar invasi tersebut adalah anak dari Kaisar Avalon yaitu Lucas Raylight yang kejam dan bengis dalam menginvasi daerah baru. Ia tidak segan membakar,membunuh dan menyiksa penduduk jajahannya.

Kembali pada Henry dan kawan-kawan yang memasuki reruntuhan tersebut semakin heran, karena semakin kedalam semakin tidak masuk akal karena terdapat kuil Suku Aegis yang berdiri megah dan didalam sinilah terdapat permata Legendaris yaitu permata Tears of The Heaven ini bersembunyi selama 3000 tahun. Lalu ada orang tua Suku Aegis mendekat kepada mereka yang bernama Azcoatl Doayt yang juga peramal mengatakan kepada Henry dengan menunjukan jarinya kepada Henry dan berkata, “ Anak Muda kau akan menjadi pemimpin pasukan yang akan membebaskan kita semua dari cengkraman orang yang haus akan kekuasaan didunia ini” , Henry pun bingung bukan main mendengar perkataan pak tua tersebut.

Namun hal tersebut membuat kebingungan luar biasa di dalam diri Henry yang masih muda dan tidak pengalaman dalam hal kepemimpinan pasukan, namun dia disemangati oleh Andreaz dan yang lainnya. Gieta yang tempramen pun ikut bicara bahwa dia sudah mulai gerah dan tidak sabar untuk keluar dari reruntuhan tersebut. Disini dimulai lagi adu mulut Andreaz dengan Gieta yang sama-sama temperamental. Henry, Ubstrum, dan juga Daniel tertawa melihat mereka dan berkata bahwa Andreaz dan Gieta  cocok sebagai pasangan. Hal itu lantas membuat mereka marah sekaligus malu dengan wajah merah muda, keduanya tersipu malu saling pandang namun ternyata malah melanjutkan adu mulutnya. Azcoatl pun tersenyum juga melihat keduanya, dia juga meramalkan keduanya kelak akan bahagia juga menjadi pelindung dari Henry Farcster dan tulang punggung pasukan Henry nanti. Setelah mendengar ramalan dari Azcoatl, si peramal pun roboh dan meninggal karena sudah menyampaikan apa yang dia emban untuk menyampaikan selama 3000 tahun. Mereka terkejut melihat Azcoatl yang meninggal secara mendadak, lalu mereka menguburkannya di samping reruntuhan tersebut. Setelah menguburkan Azcoatl, Henry pun melihat cahaya terang dari atas kuil suku Aegis dan ternyata itu adalah permata yang paling dicari di Exterenian World “The Tears Of Heaven”, dan menurut legenda suku Aegis hanya orang yang mempunyai keberanian dan memikul tanggung jawab besar yang dapat membawa dan menggunakannya secara keseluruhan sebagai kekuatan utama. Ia yang memimpin pasukan pembebasan kelak , “The Liberations Army”.

Setelah kejadian direruntuhan Aegis mereka melanjutkan perjalanan ke kota Junghunh, mereka beristirahat di sebuah pohon besar dekat desa Kusagawa, sebuah desa Samurai yang terkenal akan para Samurai dan juga ahli pembuat pedang nomor satu di Exterenian World yaitu Kasamori Azai. Namun mereka mengalami suatu kejadian luar biasa dari pengalaman hidup mereka. Henry yang masih terheran – heran dengan yang dikatakan oleh Azcoatl sebelum dia meninggal yaitu Henry yang diramalkan akan menjadi pemimpin Pasukan yang melawan kebengisan dari Kaisar Sarzonia. Tak disangka hari yang sudah tampak gelap dan mulai menuju malam yang panjang bagi Henry sendiri, mereka pun beristirahat di padang rumput yang bernama Grasshoppers yang termasuk daerah kekuasaan dari negara Sauronix Republic dan mendirikan tenda disana.

Api unggun adalah pilihan tepat kala itu untuk menghindari udara dingin yang menusuk dan untuk menghangatkan tubuh-tubuh mereka. merekapun mulai membicarakan tentang permata legendaris yang dimiliki oleh Henry yaitu “The Tears Of Heaven” yang akan memberikan kekuatan bagi pemegangnya. Tak lama berselang terdengar suara gaduh yang sangat mengejutkan seperti suara ledakan dan terlihat disebelah utara ada cahaya merah dari tenda mereka seperti ada peperangan besar dan menimbulkan kebakaran yang besar seperti pembakaran hutan atau penghancuran kota. Henry dan kawan – kawan pun segera  menuju kesana dengan sangat penasaran tehadap cahaya merah disebalah utara tersebut, namun ternyata apa yang terjadi? Ternyata disana telah terjadi peperangan yang sangat besar antara Holy Kingdom of Sarzonia yang menyerang wilayah Sauronix Republic yang dipimpin oleh Jean De Pierre Jendral muda Sauronix Republic yang menjaga wilayah utara Sauronix Republic, namun dimana pasukan Sauronix terdesak hingga sulit membendung serangan tentara Sarzonia yang kali ini di pimpin oleh Simont Caulavex. Jendral Sarzonia terkenal akan taktik dan strateginya yang selalu berhasil untuk memenangkan setiap peperangan, dia juga dahulu hingga sekarang adalah jendral terbaik di Sarzonia dan belum ada yang pernah menyainginya. Henry dan kawan – kawan melihat perbedaan kekuatan yang sangat mendasarpun, tanpa pikir panjang mereka bergegas membantu tentara dari Sauronix Republic dan berhasil sedikit membalikkan keadaan. Tentara Sauronix terlihat ketakutan karena perbedaan kekuatan itu langsung terkesima melihat keberanian Henry, Andreaz , Gitea dan Ubstrum yang datang tiba – tiba datang mengamuk menghamburkan pasukan Sarzonia yang sedang tidak konsentrasi lagi terhadap peperangan dan berpikir sudah menang, pasukan Sauronix langsung bersemangat kembali dan melanjutkan peperangan untuk mempertahankan wilayah mereka tersebut dari serangan besar-besaran oleh Sarzonia.

Ditengah pertarungan tersebut sang jendral pun tak mau kalah terhadap lawannya, segera ia menyerobot masuk menghamburkan pasukannya, maju ke depan barisan dan memacu kudanya dengan cepat untuk mendatangi Henry dan yang lainnya. Henry pun langsung diserang oleh sang jendral besar Sarzonia tersebut, pertarunganpun tidak dapat terhindarkan lagi. Saling adu teknik – teknik pedang pun tak terelakan lagi. Kekuatan mereka berimbang dalam menggunakan pedang masing – masing, namun sang jendral pun tak mau kalah dengan kembali melakukan pembalasan terhadap Henry. Kekuatan kembali berimbang namun Henry dan Jendral Simont pun sudah mulai kelelahan dalam pertarungan ini,merekapun menghentikan pertarungan dan saling mundur satu sama lainnya. Melihat keberanian anak muda tersebut Jendral Simont terkesan dan berteriak kepada Henry,
“HEY KAU ANAK MUDA PERTARUNGAN INI TAK AKAN KU LUPAKAN DAN AKU AKAN MELAWANMU  KEMBALI  JIKA KITA BERTEMU KEMBALI,JIKA BOLEH TAU SIAPA NAMAMU ANAK MUDA?” dengan suara lantang dan keras bertanya kepada Henry, lalu Henry menjawab, “Namaku Henry,Henry Farcster. Orang buangan dari Sarzonia!”,
Mendengar jawaban Henry sang Jendral pun terkejut mendengarnya dan bertanya kembali,
 “Apakah kau yang dibuang oleh sang kaisar setelah dianggap berkhianat pada pertempuran melawan Guang Wei?”.
 Henry menjawab kembali, “Ya! Aku dan temanku di buang karena dianggap berkhianat oleh Sarzonia, sudahlah jendral kapanpun kita bertemu kita akan bertemu sebagai lawan ataupun kawan tergantung takdir kita”.
Sang Jendral pun terkesan dengan Henry juga teman – temannya lalu Jendral Simont pun memerintahkan pasukannya untuk mundur dari pertempuran itu.

Setelah pertempuran Grasshoppers ini Henry dan teman – temannya segera menjauh dari tempat pertempuran tadi, namun Jendral muda de Pierre pun tak sempat bertanya kepada orang – orang yang telah membantu mereka karena dalam euforia keberhasilan mereka menahan pasukan Sarzonia. Henry dan yang lainnya pun  segera menuju Kusagawa Village sebelum ke Junghunh City untuk bertemu Kapten Divisi 15th, Captain Cevirus Kid dan bergabung dengan Divisi tempur tersebut sebagai mercenary atau tentara bayaran. Dan perjalanan kembali berlanjut menuju Kusagawa Village untuk menemui tetua disana untuk meminta nasehat.

To Be The Dreaming Invasion Of Chapter 4

Tidak ada komentar:

Posting Komentar