Chapter 4
The Dream of Young Peoples
Sesampainya mereka di Kusagawa Village mereka segera menuju tempat kepala desa untuk menanyakan tentang keberadaan Kusamori yang menurut berita, Kosamori dapat membuat pedang yang dapat menghancurkan permata “Tears of The Heaven” tersebut, karena di dalam permata tersebut terdapat 5 elemen kehidupan yang saling berhubungan satu dengan lainnya yaitu Api,Cahaya,Air,Tanah dan Udara karena 5 elemen menjadi bagian penting dalam mengendalikan permata tersebut. Karena kekuataannya yang sangat dahsyat apabila 2 element saja bergabung dapat menghasilkan kekuatan yang sungguh dahsyat dan dapat menghancurkan sebuah gunung, oleh karena itu Henry dan kawan-kawan disini berusaha mengajak Kusamori untuk bergabung dengan Henry juga yang lainnya untuk menghadapi kekejaman dari Holy Kingdom of Sarzonia.
Henry yang sudah ditakdirkan untuk memiliki permata tersebut tidak ragu-ragu lagi untuk mempelajari dan menguasai kekuatan dari “Tears of The Heaven” itu. Saat hari beranjak malam, Henry pun menginap di penginapan desa yang tidak jauh dari rumah Kusamori dan saat malam tiba tanpa diduga-duga datanglah secara mendadak seorang wanita yang bernama Saintly Vexia hal ini membuat Henry terkejut sampai-sampai Henry mengarahkan pedangnya kepada Vexia yang adalah seorang Holy Keeper of Sacred Destiny. Henry pun bertanya kepada Vexia apa yang membuat dia datang secara tiba-tiba dikamarnya dan membuat Henry menjadi terkejut karena kedatangnya secara tiba-tiba di hadapan Henry,Vexia pun menjelaskan bahwa memang benar Henry akan menjadi Pengendali sang Permata maut tersebut, karena Permata tersebut juga sedikit demi sedikit menghisap aura kehidupan dari sang pemegang permata ini. Tetapi permata ini juga sanggup membuat pemegangnya menjadi abadi selama memegang permata itu. Tapi Henry pun berpikir untuk menggunakan kekuatan permata tersebut hanya untuk kebebasan masyarakat dari kekejaman kekaisaran Sarzonia yang mulai memperluas kekuasaannya itu. “Benar, memang hanya orang yang mempunyai keinginan yang baik untuk orang lainlah yang benar-benar sanggup untuk mengendalikannya” jawab Vexia. Pikir Vexia dalam hati bergolak sendiri dan ia berpikir bahwa Henry orang yang benar-benar bisa memegang permata tersebut karena ia adalah orang yang tulus untuk berjuang demi orang-orang yang tertindas kejamnya Kekaisaran Sarzonia, setelah pembiacaraan selesai Henry pun tertidur lelap.
Setelah terbangun dari tidurnya Henry pun berpikir apakah pembicaraan tadi malam hanyalah mimpi? Namun, ternyata pembicaraan tersebut benar-benar terjadi. Ia pun langsung bergegas menuju tempat Kusamori berada,dia meminta untuk segera membuatkan pedang tetapi tidak untuk menghancurkan permata tersebut, tetapi untuk minta dibuatkan pedang baru untuk dia sendiri. Kusamori pun kebingungan dan berkata “Apakah kau sudah pikir dengan sungguh-sungguh untuk tidak menghancurkan permata tersebut?”.
Henry pun menjawab “Aku sudah benar-benar memikirkannya kalau kita menghancurkannya, semua keseimbangan dunia akan goyah karena permata ini juga mempunyai kekuatan alam yang sangat dahsyat!”.
Kusamori yang tak sengaja mendengar pembicaraan Henry mulai mengerti bahwa Henry bukan seorang yang gegabah dalam mengambil keputusan untuk menghancurkan atau merusak sesuatu. Namun permintaan Henry mengenai pembuatan pedang dirasa agak aneh, karena pedang tersebut ia minta untuk dirinya sendiri. Hal tersebut membuat Kusamori bingung.
Setelah itu, Henry pun membawa bekas pedangnya terdahulu dan minta dibuatkan Claymore (pedang besar dengan 2 sisi). Permintaan tentang pedang pun bukan hal yang sulit buat Kusamori, karena dia menguasai semua teknik pembuatan pedang apapun atau senjata apapun. Satu hari berlalu, pedang buatan Henry pun selesai dengan sangat sempurna. Claymore tersebut segera diberikan kepada Henry oleh Kusamori, tampak teman-temannya keheranan, kenapa Henry malah meminta Kusamori untuk membuat pedang tapi tidak untuk memecahkan permata “Tears of The Heaven” itu sendiri. Henry pun menjelaskan alasan mengapa tidak membuat pedang untuk hal tersebut, awalnya mereka bingung, namun mulai mengerti saat Henry membicarakan tentang keseimbangan alam akan terganggu, maka dari itu Henry pun memutuskan untuk membuat senjata untuk dirinya sendiri, keputusan yang penuh klimaks sebenarnya pikir Andreaz, tetapi untuk kebaikan bersama ia pun setuju.
Dipihak lain, Sarzonia semakin menjadi-jadi setelah pengangkatan pangeran Lucas raylight sebagai Kaisar baru. Ia adalah seorang yang sangat ambisius sampai-sampai ia sendiri tega membunuh sang kaisar Sarzonia,yang notabennya adalah ayahnya sendiri,ia pun adalah seorang yang selalu menghancurkan siapapun atau apapun yang menghalangi ia untuk menguasai sesuatu. Sebelum ia menjadi kaisar pun, ia sudah menyisihkan para putra mahkota lain untuk menjadi yang terdepan setelah kaisar wafat. Tetapi keadaan berkata lain, Lucas adalah seorang yang kejam dan sangat bertabiat sangat egoistic untuk memiliki sesuatu. Berita pengangkatan kaisar baru pun sampai kepada para henry dan juga kawan-kawan. Mendengar yang diangkat adalah Lucas yang dikenal sadis pun, mereka pun semakin bingung dan mulai memikirkan bagaimana selanjutnya keadaan kekaisaran Sarzonia yang sudah membuat rakyat melarat, karena kekejaman kaisarnya menjadi semakin kejam dan bengis dibawah pimpinan Lucas.
Tanpa pikir panjang pun,Henry segera berdiri dan berteriak “KITA SEMUA YANG AKAN MENGHANCURKAN SARZONIA DENGAN KEKUATAN GABUNGAN KITA INI SEMUA!”, sontak langsung membuat teman-temannya menjadi terkejut dan agak heran apakah bisa atau tidak untuk mengalahkan Sarzonia dengan kekuatan yang sangat kecil, lalu dijawablah oleh Gieta “Bagaimana mungkin kita bisa mengalahkan Kekaisaran dengan kekuatan kita yang sekecil ini?”.
“Mungkin kekuatan kita sekarang sangat kecil bahkan bagaikan semut dan manusia, tetapi apakah hanya dengan kita yang berada disini saja? Tidak kan!? Kita harus berjuang dan beraliansi dengan siapapun yang menentang Sarzonia!” jawab Henry, lantang.
Langsung sontak saja semua yang ada disana semua terkejut dan mulai percaya akan kemampuan Henry dalam memimpin. Lanjutnya kisah pun mulai berputar, bahwa Henry adalah orang yang berwibawa dalam memimpin suatu pasukan walaupun dia dalam masa mudanya.
To Be People Hopes For Freedom of Chapter 5th
Tidak ada komentar:
Posting Komentar